Perjalanan surabaya - jakarta sangat banyak sekali alat transportasi yg dapat dipakai. Dan bila kita menengok pada kelas ekonomi bawah. Kita akan menemukan salah satu angkutan ekonomi yang cukup murah meriah yaitu kereta api kertajaya jurusan ps. turi - ps. senin. Tepat pukul 10.00 WIB pada tanggal 6 Maret 2009. Saya bergegas dari rumah menuju ke stasiun pasar turi surabaya, untuk membeli tiket dengan harga yang cukup ekonomis Rp. 43.500. Karena bila membeli tiket mendekati jam keberangkatan ditakutkan tidak akan mendapat tempat duduk yang nyaman selama perjalanan.
Tepat pukul 15.00 WIB, saya tiba di stasiun pasar turi. Dengan disambut pegawai loket untuk menunjukan tiket kereta serta ditunjukan pula dengan ramah gerbong kereta yang akan saya naiki. Kebetulan sekali saya mendapat gerbong nomor dua dari sepuluh gerbong yang telah disiapkan oleh PT. KAI. Sesampainya di tempat duduk, udara dalam gerbong lumayan panas untuk menikmati di hari sore yang cerah tersebut. Satu persatu penumpang kereta kertajaya memasuki gerbong dan menempati tempat duduk yang telah tertera pada tiket. Tepat pukul 15.30 WIB, kereta kertajaya berangkat dari stasiun pasar turi surabaya.
Sembari kereta berjalan dengan cepatnya, penumpang juga saling menyapa dengan ramah. Banyak dari penumpang sebelah yang bertujuan di stasiun yang sama, dan tidak sedikit pula yang turun di stasiun beberapa kota kecil pada jalur tersebut. Kereta tersebut bisa dikatakan dapat mencampur adukkan masyarakat di berbagai kalangan seperti bapak di sebelah saya yang bisa dikatakan kalangan atas, namun mendapatkan tiket kereta ekonomi ini dikarenakan kereta bisnis yang dipesan sudah habis terjual. Kegaduhan bapak - bapak tersebut lumayan membuat penumpang lain bising, karena banyak sekali kendala - kendala yang cuaca panas, bauk kurang sedap di toilet, kecoak di bawah tempat duduk dsb. Nah, itulah resiko angkutan murah meriah seperti kereta kertajaya. Selain itu, selama perjalanan berlangsung banyak sekali penjual keliling yang menawarkan berbagai macam seperti ; makanan ringan hingga berat, majalah, singlet, boneka, hingga alat cukur pun tersedia selama perjalanan diatas kereta kertajaya.
![]() |
| train on pose |
Kereta ekonomi ini, pada setiap stasiun daerah akan berhenti untuk mangangkut dan menurunkan penumpang selama beberapa menit. Tidak sedikit pula penumpang yang baru naik dari beberapa stasiun kota - kota kecil yang tidak mendapatkan tem
pat duduk. Namun itulah resiko untuk angkutan ekonomi banyak sekali yang minimalis (*serba minimal untuk fasilitas). Tepat pada pukul 23.00 WIB, tiba di kota semarang untuk berhenti selama 25 menit. Dan waktu tersebut digunakan dengan baik bagi seluruh penumpang kereta ekonomi kertajaya ini. Ada yang antri di kamar mandi untuk membuang berbagai macam perhiasan (* hajat, buang air kecil dsb) ada pula yang duduk sembari makan malam di pinggiran kereta yang telah di setting para pedagang kusus untuk kereta yang datang dari surabaya. Dengan adanya informasi dari pihak stasiun bahwa kereta akan segera berangkat. Para penumpang dengan bergegas lari - lari untuk segera naik kembali serta menuju tempat duduknya masing-masing.
Selama perjalanan hampir 15jam dan tepat pukul 08.00 WIB, sampai di stasiun pasar senin Jakarta. Sekedar mengucapkan selamat tinggal juga tidak lupa di salamkan pada sesama penumpang.
![]() | |
| stasiun kereta api - jkt |
Tepat pada tanggal 9 Maret 2009. Saya telah siap dengan tiket yang dibeli beberapa jam sebelum keberangkatan menuju ke stasiun pasar turi, Surabaya. Suasana pada saat itu hujan deras mengguyur seputaran stasiun pasar senin, Jakarta. Menunggu jam keberangkatan tepat pukul 16.15 WIB, tepat pula saya menaiki kereta tersebut yang berada pada gerbong nomor 7. Para penumpang yang telah memenuhi gerbong tersebut telah siap untuk perjalanan menuju stasiun pasar turi, Surabaya.
Namun, pada kali ini saya berdampingan dengan 2 orang preman yang berasal dari sidoarjo, Jawa timur. Serta sepasang suami istri juga bisa dikatakan pemegang area di bogor dan beberapa area di jakarta, ujarnya bapak yang beristri dari daerah NTT. Dengan sebisa mungkin saya mencarikan susana dengan berbasa basi ria, menanyakan hal yang tidak penting sedikitpun. Disambut dengan ramah pula oleh 4 orang yang dari kota asal yang berbeda tersebut. selama perjalanan sampai menuju kota semarang kira - kira 8 jam, semua hampir diam tiada kata yang menggugah untuk keakraban masing - masing penumpang. Namun, ada satu penumpang satu tempat duduk dengan saya yang mencurigakan. Mereka bingung akan isi air putih didalam botol plastik yang dibawahnya. Dan setiap penumpang di satu meja tersebut tidak lupa untuk ditawarin minuman tersebut. Masih beruntung saya menolaknya, karena di dalam botol tersebut bukan air putih biasa melainkan minuman beralkohol vodka. [*fiuhhh,,,,].
Dengan saling kecocokan sesama preman yang sembari minum - minum alkohol bersama - sama kecuali saya. Dan pada waktu itu pula masing - masing penumpang dapat bercerita dengan lugas dan akrab. Sehabisnya, minuman dalam botol tersebut. Salah satu preman dari sidoarjo mengambil tas dan membuka isi tas tersebut. Dan ternyata ada banyak sekali botol - botol minuman yang dibawanya untuk menuju surabaya. Mereka mendapatkan minuman tersebut dari saudara mereka yang bekerja di salah satu diskotek di jakarta, ujarnya preman tsb.
Udara yang dingin mengiringi perjalanan saya dari jakarta menuju surabaya. Setibanya di surabaya tepat pukul 07.00 WIB. Dan lagi - lagi kereta ekonomi yang selalu tidak tepat waktu dan tiada kenyamanan selama perjalanan. Namun hal tersebut tidak akan terlupakan dan menjadi bagian perjalanan seorang bayu yang berasal dari surabaya dan tulen keturunan Jogjakarta. THX for viewed :) salam persahabatan.



itulah perjalanan yang cukup menyenangkan murah meriah tapi sampai dengan selamat
BalasHapus